Cintailah alam mu sebagai
mana kamu ingin di cintai
Hallo guys!!
Cintailah
lingkungan mulai dari diri sendiri
Perkenalkan
saya adalah salah satu mahasiswi di universitas swasta Jakarta selatan.
Selain
sebagai mahasiswi saya pun bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang frozen food sebagai Staff accounting and tax.
Saya buat
blog ini berawal dari sebuah tugas dan sekaligus saya ingin menyapaikan kepada
para pembaca untuk kita saling berubah menjadi manusia yang lebih baik dan
peduli terhadap lingkungan.
.
“Air hujan yang jatuh tidak pernah membenci
awan, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja ke bumi. tidak melawan dan
mengikhlaskan” hehe. Oke langsung saja;
.
Berawal dari tahun baru 2020, hujan menyebabkan banjir di hampir seluruh wilayah jabodetabek.
Berawal dari tahun baru 2020, hujan menyebabkan banjir di hampir seluruh wilayah jabodetabek.
Kenapa
begitu? Karena curah hujan yang sangat tinggi, serta hujan yang bersamaan pada
suatu wilayah menyebabkan waduk atau bendungan sudah tidak dapat lagi
membendung air yang jatuh, oleh karenanya menyebabkan banjir dimana mana dan
khususnya di jabodetabek.
Selain curah
hujan yang sangat tinggi, penyebab banjir pun tidak lain dan tidak bukan ialah
sampah, karena sampah yang menumpuk dapat menyumbat saluran saluran air. Baik
itu di kali, di parit, atau bahkan di waduk.
Maka dari itu
saya mencoba meninjau sendiri apa penyebab banjir selain curah hujan yang
tinggi dan sampah yang numpuk itu sampah seperti apa, dan hasilnya ialah sampah
plastik atau kemasan plastik sekali pakai. Contohnya : Botol, gelas plastik,
pempers, Sedotan, Srtrofoam dan masih banyak lagi
Bahkan Di
tempat saya bekerjapun tidak terlepas dari plastik sekali pakai, mulai dari
kemasan produk hingga pengemasan untuk dikirimkan ke customer.
Dan sampah
plastiklah yang sangat banyak di hasilkan oleh manusia di bumi ini, baik dari
segi rumah tangga, produksi ataupun yang lainnya, menurut peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, Jenna
Jambeck
Indonesia
menduduki peringkat kedua penyebab sampah plastik.
Akan tetapi Sekretaris BRSDM KKP Maman Hermawan
mengatakan, upaya untuk mengungkap produksi sampah plastik yang ada di lautan
Indonesia, menjadi tugas penting bagi Indonesia. Menurut dia, informasi yang
terlanjur menyebar luas di publik tentang status Indonesia sebagai negara kedua
di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak, patut untuk dibuktikan
kebenarannya.
“Perlu ada penelitian yang jelas,
kajian yang sungguh-sungguh. Makanya, kita mau bentuk tim khusus untuk
mengungkap kebenaran berita tersebut,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.
Dapat kita lihat bersama pengaruh
sampah bukan hanya berdampak pada manusia, bahkan sampah yang tidak dengan
sengaja kita hasilkan dan mungkin kita pernah membuangnya sembarangan berdampak
pula kepada lingkungan, dan hewan yang ada di bumi ini juga di laut.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini
sedang meneliti dugaan tingginya tingkat pencemaran sampah plastik di laut
Indonesia. LIPI telah melakukan riset selama 37 hari terhitung 18 November
hingga 25 Desember di sejumlah titik perairan Indonesia.
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti LIPI
mengambil sampel sampah plastik serta air laut dengan menggunakan botol khusus
di empat titik selatan Jawa dan selat Makasar pada kedalaman yang
berbeda-berbeda, antara 2.000 hingga 3.000 meter. Nugroho menjelaskan sampah
plastik yang mencemari laut selama ini tidak hanya dalam ukuran besar, tetapi
ada juga kandungan mikroplastik dalam skala ukuran jauh lebih kecil. Oleh
karena itu sampel air dibutuhkan dalam riset itu. Menurut Nugroho, sampel
tersebut dibawa ke laboratorium di Ambon untuk dianalisis menggunakan mikroskop
usai melalui proses penyaringan dan tahapan lain.
Dia
menambahkan riset LIPI itu hendak membuktikan apakah Indonesia benar-benar
penghasil sampah plastik di laut yang terbesar kedua di dunia. Sebab, bisa saja
selama ini sampah plastik masuk dari negara-negara lain
Sampah
plastik juga salah satu penyebab perubahan iklim
Dalam
artikel yang terbit di jurnal PLOS ONE, Rabu (1/8), tim ilmuwan mengatakan
plastik mengeluarkan gas metana dan etilena pada saat terkena sinar matahari
dan rusak.
Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga proses berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. sumber material kantong plastik yang terbuat dari minyak bumi, yang merupakan sumber daya alam tak terbarukan, mengakibatkan pencemaran lingkungan di negara - negara berkembang karena limbah pabriknya di buang ke sungai dan pembakaran gas metana mengakibatkan emisi karbon ke udara.
Peneliti
melakukan tes pada produk plastik yang biasa digunakan seperti botol air, tas
belanja dan wadah makanan. Gas
metana, baik buatan maupun alami, dikatakan sebagai penyebab utama perubahan
iklim. Untuk itu mari bersama-sama untuk
saling bahu membahu, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan kalau bisa kita
mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar dapat meminimalisir hasil
pemakaian yang menyebabkan banyaknya sampah di muka bumi ini
Mari bersama kita lestarikan lingkungan, dengan cara membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi penggunaan sampah plastik.
Untuk itu rubahlah pola hidup kita, karena kalau kita tidak memulai dari sekarang, dan kalau bukan dari kita, siapa lagi. maka cintailah alam (bumi) seperti kita ingin di cintai.
By : Faulina
Nim : 1911510236
https://fti.budiluhur.ac.id/
https://www.budiluhur.ac.id/
Untuk itu rubahlah pola hidup kita, karena kalau kita tidak memulai dari sekarang, dan kalau bukan dari kita, siapa lagi. maka cintailah alam (bumi) seperti kita ingin di cintai.
By : Faulina
Nim : 1911510236
https://fti.budiluhur.ac.id/
https://www.budiluhur.ac.id/

